Hubungan Manajemen Pendidikan Islam dengan Implementasi Kurikulum Merdeka

Read full text
Authors: Ahmad Andy Setiady, Mulyawan Safwandy Nugraha
Cited by: 0

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan nasional yang menekankan pembelajaran kontekstual, penguatan karakter, serta fleksibilitas sekolah dalam mengelola proses pembelajaran. Dalam konteks sekolah menengah berbasis Islam, implementasi kebijakan ini berkaitan erat dengan praktik manajemen pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen pendidikan Islam dan implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Darul Falah Cihampelas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 guru yang dipilih melalui teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan indikator kedua variabel dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Tahapan penelitian meliputi penyusunan instrumen, uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, uji normalitas, dan uji korelasi Pearson dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara manajemen pendidikan Islam dan implementasi Kurikulum Merdeka dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,676 dan signifikansi 0,000, yang berada pada kategori korelasi kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, serta pengendalian pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam berperan penting dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menengah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi manajemen pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.

Fields of Study & Subjects

Educational Curriculum and Learning Methods Education and Islamic Studies Educational Management and Quality

Publication details

Journal / source
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan
Volume
9
Issue
2
Pages
1591–1598
Publication date
2 February 2026