Gagal Napas Akut Tipe II pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Eksaserbasi Akut yang Diterapi dengan High Flow Nasal Cannula (HFNC): Laporan Kasus

Read full text
Authors: Abdi Malik Rahardjo, Mokhammad Misbakhul Mukhlis
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Gagal napas akut adalah kondisi sistem pernapasan gagal dalam fungsi pertukaran gas, yaitu oksigenasi dan eliminasi karbon dioksida (CO2) yang terjadi dalam hitungan menit atau jam. Kasus: Laki-laki berusia 57 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan keluhan sesak terus-menerus sejak 5 hari, sesak memberat saat aktivitas ringan. Pasien juga mengeluh batuk sejak 5 hari, yang makin parah disertai dahak kental putih kekuningan yang makin banyak dan lebih kental. Riwayat merokok 12 batang/hari sejak usia 20 tahun dan berhenti 5 tahun yang lalu. Pasien didiagnosis gagal napas akut tipe II et causa penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) eksaserbasi akut. Tata laksananya adalah high flow nasal cannula (HFNC) dengan FiO2 80%, karena HFNC memiliki sistem tambahan berupa penghangatan dan humidifikasi sehingga lebih nyaman. Diskusi: Pada pasien PPOK terjadi hipoventilasi alveolar dan peningkatan ventilasi semenit, berisiko gagal napas akut tipe II. Simpulan: Gagal napas akut tipe II umum terjadi pada pasien penyakit pernapasan kronik seperti PPOK. Modalitas terapi oksigen berupa high flow nasal cannula (HFNC) bisa menjadi pilihan terbaik.

Fields of Study & Subjects

Respiratory Support and Mechanisms Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Research Neonatal Respiratory Health Research

Publication details

Journal / source
Cermin Dunia Kedokteran
Volume
53
Issue
01
Pages
30–34
Publication date
6 January 2026