Pemberian Bubur Tempe Instan dan Sediaan Komersial Diabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2, Kanker Kaput Pankreas, dan Hipoalbuminemia: Studi Kasus

Read full text
Authors: Ni Putu Destriani Devi, Ni Putu Elsa Herawati
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Pasien diabetes melitus dengan kanker kaput (caput) pankreas umumnya mengalami penurunan asupan makan akibat keluhan gastrointestinal, seperti nyeri perut, mual, muntah dan perut terasa penuh. Salah satu cara mengatasinya dengan memberikan makanan porsi kecil padat nutrisi serta mudah cerna. Kasus: Seorang laki-laki usia 58 tahun memiliki riwayat nyeri perut kanan atas, demam, BAB berwarna putih, dirawat dengan kanker kaput pankeras dan hipoalbuminemia. Riwayat DM tipe 2 selama 2 tahun dan pemasangan stent bilier. Asupanmakan di rumah < 25% dari kebutuhan. Status gizi kekurangan berat badan tingkat berat dengan indeks massa tubuh (IMT) 16 kg/m2, hipoalbuminemia (2,6 g/dL), dan hiperglikemia (GDS 220 mg/dL). Terdapat edema di kedua ekstremitas bawah dan asites. Diagnosis giziNC.4.1 Malnutrisi berkaitan dengan asupan kurang jangka panjang. Intervensi gizi bertujuan mengoptimalkan asupan makan secara bertahap (target > 80% kebutuhan) dalam 5 hari, dengan memberikan bentuk makanan mudah cerna dan indeks glikemik rendah berupa modifikasi bubur tempe instan dan sediaan komersial diabetes dalam porsi kecil. Pembahasan: Intervensi gizi tersebut nutrisi dapat meningkatkan asupan pasien dengan penerimaan yang baik dan meningkatkan toleransi gastrointestinal. Simpulan: Modifikasi bubur tempe instan dan sediaankomersial diabetes dapat meningkatkan asupan pasien dengan daya terima baik serta memperbaiki toleransi terhadap gastrointestinal.

Fields of Study & Subjects

Clinical Nutrition and Gastroenterology Dietetics Nutrition and Education Nutrition and Health in Aging

Publication details

Journal / source
Cermin Dunia Kedokteran
Volume
53
Issue
01
Pages
25–29
Publication date
6 January 2026