Infark Miokard pada Pasien dengan Infeksi HIV: Laporan Kasus

Read full text
Authors: Adriani Sakina, Fitri Rahmah
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Hubungan infark miokard dengan riwayat infeksi HIV dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik risiko spesifik kardiovaskular dan metabolik, maupun risiko lain yang berkaitan dengan infeksi HIV seperti proses imunologis dan efek obat-obatan antiretroviral (ARV).Kasus: Seorang laki-laki berusia 43 tahun dalam terapi ARV mengeluhkan nyeri dada seperti tertimpa beban berat di sebelah kiri menjalar ke bahu hingga punggung sejak 24 jam yang lalu. Pada elektrokardiografi (EKG), didapatkan gambaran elevasi segmen-ST pada lead II, III, dan aVF. Pasien menjalani perawatan jantung intensif dan mendapatkan terapi aspirin dengan dosis muat 160 mg, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 80 mg per hari, clopidogrel dosis muat 300 mg, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 75 mg per hari, serta antikoagulaninjeksi enoxaparin intravena 75 mg 2 kali sehari. Pasien juga pada akhirnya menghentikan kebiasaan merokok. Pembahasan: Infark miokard pada orang dengan HIV merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, inflamasi kronis terkait HIV, disfungsi endotel, serta efek terapi ARV tertentu. Kombinasi ARV berbasis tenofovir dan efavirenz tidak terbukti meningkatkan risiko infark miokard danbahkan memiliki efek protektif terhadap profil lipid. Simpulan: Secara umum, penatalaksanaan terapi infark miokard pada pasien terinfeksi HIV tidak berbeda dengan populasi umum; salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah interaksi obat ARV dengan agen antiplatelet danstatin. Prognosis pasien terinfeksi HIV yang mengalami infark miokard tidak berbeda dengan populasi tanpa infeksi HIV, namun rekurensi infark miokard akut pada populasi terinfeksi HIV lebih tinggi daripada populasi umum.

Fields of Study & Subjects

HIV-related health complications and treatments Acute Myocardial Infarction Research HIV/AIDS drug development and treatment

Publication details

Journal / source
Cermin Dunia Kedokteran
Volume
53
Issue
02
Pages
112–116
Publication date
10 February 2026
Language
ID