Perdarahan Limpa Tertunda

Read full text
Authors: Juven Luvianto, ⁠I Wayan Periadijaya
Cited by: 0

Abstract

Perdarahan limpa yang tertunda (PLT) merupakan kondisi ruptur limpa yang terjadi 48 jam atau lebih setelah trauma tumpul. Meskipun relatif jarang, PLT memiliki angka mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan cedera akut limpa. Interval antara trauma awal dan terjadinya PLT dapat bervariasi, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu atau bulan setelah kejadian trauma, termasuk trauma minor. Limpa merupakan organ yang sangat vaskular, sehingga cedera limpa berisiko menyebabkan perdarahan intra-abdominal yang mengancam nyawa. PLT dapat terjadi pada pasien yang sebelumnya secara hemodinamik stabil dan tanpa bukti perdarahan limpa pada pemeriksaan radiologi awal. Diagnosis PLT sering kali ditegakkan karena gejala yang tidak spesifik dan interval waktu yang panjang sejak trauma. Pemeriksaan penunjang, terutama CT scan, berperan penting dalam menegakkan diagnosis dan menentukan derajat cedera limpa. Penatalaksanaan PLTbergantung pada kondisi hemodinamik pasien dan derajat cedera limpa, dengan pilihan tata laksana non-operatif, embolisasi, atau tindakan operatif. Pemahaman yang baik mengenai PLT penting untuk meningkatkan kewaspadaan klinis, mempercepat diagnosis, dan menurunkan risiko morbiditas serta mortalitas.

Fields of Study & Subjects

Abdominal Trauma and Injuries Trauma Management and Diagnosis Case Reports on Hematomas

Publication details

Journal / source
Cermin Dunia Kedokteran
Volume
53
Issue
02
Pages
121–126
Publication date
10 February 2026
Language
ID