Perdarahan Limpa Tertunda
Abstract
Perdarahan limpa yang tertunda (PLT) merupakan kondisi ruptur limpa yang terjadi 48 jam atau lebih setelah trauma tumpul. Meskipun relatif jarang, PLT memiliki angka mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan cedera akut limpa. Interval antara trauma awal dan terjadinya PLT dapat bervariasi, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu atau bulan setelah kejadian trauma, termasuk trauma minor. Limpa merupakan organ yang sangat vaskular, sehingga cedera limpa berisiko menyebabkan perdarahan intra-abdominal yang mengancam nyawa. PLT dapat terjadi pada pasien yang sebelumnya secara hemodinamik stabil dan tanpa bukti perdarahan limpa pada pemeriksaan radiologi awal. Diagnosis PLT sering kali ditegakkan karena gejala yang tidak spesifik dan interval waktu yang panjang sejak trauma. Pemeriksaan penunjang, terutama CT scan, berperan penting dalam menegakkan diagnosis dan menentukan derajat cedera limpa. Penatalaksanaan PLTbergantung pada kondisi hemodinamik pasien dan derajat cedera limpa, dengan pilihan tata laksana non-operatif, embolisasi, atau tindakan operatif. Pemahaman yang baik mengenai PLT penting untuk meningkatkan kewaspadaan klinis, mempercepat diagnosis, dan menurunkan risiko morbiditas serta mortalitas.
Fields of Study & Subjects
Abdominal Trauma and Injuries
Trauma Management and Diagnosis
Case Reports on Hematomas
Publication details
- Journal / source
- Cermin Dunia Kedokteran
- Volume
- 53
- Issue
- 02
- Pages
- 121–126
- Publication date
- 10 February 2026
- Language
- ID