Kesadaran Ekologis dalam Film Pulau Plastik: Kajian Filsafat Ekosentrisme Arne Naess

Read full text
Authors: Muhammad Khoiril Wafa, Agostin Khoirunnisha, Zahratul ‘Uyun, Tri Utami Oktafiani
Cited by: 0
References: 1

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi krisis polusi plastik dalam film dokumenter "Pulau Plastik" melalui lensa filsafat Ekosentrisme Arne Naess atau Deep Ecology. Film dokumenter ini menyoroti dampak buruk sampah plastik di Indonesia sebagai krisis eksistensial. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian film dan analisis konten filosofis, penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana narasi visual dan verbal film sejalan dengan prinsip-prinsip Ekologi Dalam Naess, seperti Biospherical Egalitarianism, nilai intrinsik alam, dan konsep Self-realization yang luas. Hasil penelitian menemukan bahwa Pulau Plastik berhasil melampaui kritik lingkungan yang dangkal (Shallow Ecology). Film ini tidak hanya menuntut reformasi kebijakan tetapi juga secara implisit mendorong pergeseran nilai fundamental dari antroposentrisme ke ekosentrisme. Film ini menantang penonton untuk menyadari diri sebagai bagian integral dari keseluruhan biosfer. Kesimpulannya, film Pulau Plastik berfungsi sebagai alat pedagogi lingkungan yang kuat, mempromosikan kesadaran ekologis mendalam yang esensial untuk solusi krisis lingkungan yang berkelanjutan.

Fields of Study & Subjects

Environmental Philosophy and Ethics Ecocriticism and Environmental Literature Ethics Aesthetics and Art

Publication details

Journal / source
Jurnal Ekologi Masyarakat dan Sains
Volume
6
Issue
2
Pages
281–287
Publication date
18 January 2026
Language
ID