Hubungan Lama Pemberian ASI dan Usia Awal Pemberian Makanan Pendamping ASI dengan Kasus Stunting Balita

Read full text
Authors: Atina Elwiqoyah, Lia Dwi Prafiri
Cited by: 0

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi di Indonesia dengan prevalensi 21,6%, sementara di Kabupaten Pekalongan mencapai 23,5% dan tertinggi di wilayah Puskesmas Karangdadap. Praktik pemberian ASI dan pengenalan Makanan Pendamping ASI yang kurang tepat diduga menjadi salah satu faktor penting penyebab stunting. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan antara lamanya pemberian ASI dan umur balita saat pertama kali mendapatkan Makanan Pendamping ASI dengan munculnya kasus stunting. Desain penelitian menggunakan studi korelasional dengan rancangan potong lintang (cross- sectional). Responden meliputi ibu dan anak usia 24–59 bulan di Desa Pagumenganmas dan Pangkah, yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Studi ini telah mendapatkan izin etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi, sedangkan analisis menggunakan metode uji chi-square. Ditemukan bahwa 70,6% ibu memberikan ASI selama dua tahun atau lebih, dan 86,8% memulai pemberian Makanan Pendamping ASI saat usia anak 6 bulan atau lebih. Analisis data mengindikasikan adanya korelasi bermakna antara lama menyusui dengan kejadian stunting (ρ = 0,044; OR = 1,645), dan juga antara usia awal pemberian MP-ASI dengan stunting (ρ = 0,00; OR = 2,604). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa durasi menyusui dan usia pertama pemberian Makanan Pendamping ASI memiliki kontribusi terhadap kasus stunting pada balita 24–59 bulan di Wilayah Puskesmas Karangdadap.

Fields of Study & Subjects

Public Health and Nutrition Child Nutrition and Water Access Food Security and Socioeconomic Dynamics

Publication details

Journal / source
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
Volume
13
Issue
1
Pages
9–18
Publication date
6 January 2026