PENERAPAN TEKNIK SURFACE COOLING PADA ANAK PENDERITA DEMAM TIFOID DENGAN MASALAH HIPERTERMIA

Read full text
Authors: Emmelia Astika Fitri Damayanti, Tety Mulyati Arofi, Rafani Maysha
Cited by: 0

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi. Gejala demam tifoid biasanya muncul 1 sampai 3 minggu setelah terkena, gejala meliputi demam/hipertermi, mual, dan kehilangan nafsu makan. Hipertermi adalah suatu kondisi suhu tubuh melebihi batas normal. Salah satu tindakan untuk menurunkan demam adalah dengan menerapkan teknik surface cooling. Tindakan ini dilakukan selama 15 sampai 30 menit atau hingga suhu tubuh anak menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan teknik surface cooling pada anak penderita demam tifoid dengan masalah hipertermia. Penelitian ini dilakukan di RS Puri Medika dengan jumlah 4 responden pada bulan April 2024 dengan diagnose demam tifoid. Hasil pengkajian menunjukkan An. A, An B, An K, dan An G mengalami demam dengan suhu 37,8⁰C; 38,5⁰C; 38⁰C; dan 38,2⁰C. Diagnosa keperawatan pada keempat pasien Adalah hipertermia berhubungan dengan proses penyakit. Intervensi keperawatan pada pasien anak adalah monitor suhu tubuh dan melakukan kompres hangat dengan teknik surface cooling. Implementasi keperawatan yang dilakukan adalah penerapan teknik surface cooling dan tindakan cukup efektif untuk menurunkan suhu anak. Hasil evaluasi diperoleh suhu tubuh pada An. A, An K dan An G adalah 36,5⁰C, dan suhu An B 37⁰C. Perawat diharapkan dapat mengaplikasikan teknik surface cooling dalam penatalaksanaan hipertermia pada anak. Keywords: surface cooling; demam tifoid; hipertermia.

Fields of Study & Subjects

Thermal Regulation in Medicine Thermoregulation and physiological responses Salmonella and Campylobacter epidemiology

Publication details

Journal / source
Jurnal Amanah Kesehatan
Volume
7
Issue
2
Pages
117–122
Publication date
28 January 2026