Indentifikasi Jalur Kritis pada Proses Pemindahan Sarana Produksi Krimer Retail dengan Metode CPM pada PT X

Read full text
Authors: Bily Prasisko, Muhamad Abdul Jumali
Cited by: 0
References: 18

Abstract

Industri manufaktur global menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola proyek pemindahan fasilitas produksi, dimana keterlambatan dapat mengakibatkan kerugian finansial signifikan dan gangguan operasional berkepanjangan, khususnya dalam industri makanan dan minuman yang memiliki kompleksitas peralatan tinggi dan standar keamanan pangan ketat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aktivitas jalur kritis, menentukan durasi optimal penyelesaian proyek, dan menganalisis aktivitas dengan float time dalam pemindahan sarana produksi krimer retail di PT X menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal, pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan 8 responden (manajer proyek, technical engineer, maintenance staff, logistics coordinator, quality assurance, external mover, dan safety officer), serta dokumentasi perusahaan mencakup work breakdown structure dan laporan progres. Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi 12 aktivitas proyek, penentuan dependensi, estimasi durasi, pembuatan diagram jaringan activity-on-node, perhitungan forward pass dan backward pass, serta identifikasi jalur kritis dan float time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pemindahan sarana produksi krimer retail di PT X dijadwalkan selesai dalam waktu optimal selama 36 hari kerja berdasarkan perhitungan CPM denga mengidentifikasi sembilan aktivitas kritis (A→B→C→E→F→H→J→K→L) yang merepresentasikan 83,3% dari keseluruhan aktivitas dengan durasi optimal 36 hari kerja atau 7,2 minggu. Aktivitas dengan durasi terpanjang meliputi persiapan pondasi dan utilitas (7 hari), pembongkaran mesin line 1 (6 hari), dan instalasi mesin (6 hari). Dua aktivitas non-kritis teridentifikasi memiliki float time yaitu pembongkaran mesin line 2 (1 hari) dan koneksi listrik dan pendingin (6 hari), memberikan fleksibilitas strategis dalam alokasi sumber daya. Penelitian merekomendasikan penerapan monitoring intensif pada aktivitas kritis, implementasi teknik fast-tracking, dan pemanfaatan float time sebagai buffer temporal untuk mengantisipasi kendala teknis guna meminimalkan risiko keterlambatan dan memastikan kelancaran transisi operasional.

Fields of Study & Subjects

Resource-Constrained Project Scheduling Construction Project Management and Performance Management and Optimization Techniques

Publication details

Journal / source
Factory Jurnal Industri Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri
Volume
4
Issue
2
Pages
246–257
Publication date
5 January 2026