REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL TERHADAP PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN : STUDI KASUS PADA KOMUNITAS WARIA DI TULUNGAGUNG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesenjangan sosial dalam akses pendidikan dan kesempatan kerja pada komunitas waria di Tulungagung, serta peran komunitas APRIKOT (Apresiasi Waria dan Priawan Kota Tulungagung) dalam mendukung pemenuhan hak-hak sosial dan ekonomi anggotanya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam pada tiga informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10% waria di Tulungagung berpendidikan sarjana dan terbilang sejahtera namun sebanyak 90% hanya lulusan SD–SMA. Hal ini dikarenakan adanya diskriminasi, tekanan psikologis, serta kurangnya dukungan keluarga. Temuan ini memperlihatkan bahwa diskriminasi berbasis identitas gender menjadi hambatan utama dalam perkembangan modal manusia (human capital) kelompok waria, sebagaimana dijelaskan oleh Gary Becker bahwa investasi pendidikan semestinya berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas, namun tidak berlaku optimal bagi kelompok waria karena stigma sosial yang melekat. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa komunitas APRIKOT memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan sosial, pelatihan keterampilan, akses informasi pekerjaan, serta wadah pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup anggotanya. Secara keseluruhan, studi ini menekankan perlunya dukungan struktural yang lebih inklusif agar waria memperoleh akses pendidikan dan pekerjaan yang setara, serta dapat keluar dari lingkaran kesenjangan sosial-ekonomi.
Fields of Study & Subjects
LGBTQ Health
Identity
and Policy
Gender and Feminist Studies
Gender
Sexuality
and Education
Publication details
- Journal / source
- Solidarity Journal of Social Humanitarian and Interfaith Research
- Volume
- 1
- Issue
- 01
- Pages
- 13–21
- Publication date
- 27 January 2026
- Language
- ID