PERAN TRADISI TAHLIL AKBAR DALAM MEMPERERAT KOHESI SOSIAL DI DESA JATILENGGER
Abstract
Tahlilan merupakan tradisi yang sangat dinamis dan menarik, baik dari sudut pandang budaya maupun keagamaan. Tradisi tahlil tak hanya menjadi perekat sosial, tapi juga untuk mempersatukan elemen masyarakat yang terpisah dalam berbagai sisi ideologi dan keyakinan. Tradisi ini adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Namun tradisi yang dimaksud dalam penelitian ini tradisi yang masih berjalan dalam 2 tahun belakangan ini. Penelitian ini menggunakan Penelitian yang diterapkan dalam studi yaitu penelitian dengan pendekatan studi kasus.Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada sebuah fenomena sosial spesifik yang terjadi di masyarakat desa, yaitu konflik sosial yang timbul dalam pelaksanaan Tradisi Tahlil Akbar di Desa Jatilengger. Konflik ini berawal dari ketimpangan dalam pola interaksi sosial antarwarga yang berbeda dalam latar belakang ekonominya, di mana warga dari kalangan ekonomi atas cenderung selektif dalam berkomunikasi dan bergaul, sementara warga dari kelompok ekonomi bawah merasa kurang percaya diri dan enggan berbaur secara setara dalam lingkungan tersebut.Penelitian ini menggunakan perspektif dari Teori Interaksionisme Simbolik yang diperkenalkan oleh George Herbert Mead, setiap tindakan sosial yang dilakukan individu dimaknai melalui simbol-simbol dan interaksi yang berkembang di lingkungan sosialnya. Dalam konteks ini, Tahlil Akbar menjadi simbol yang merepresentasikan nilai persatuan, kebersamaan, dan solidaritas di tengah kehidupan masyarakat desa Jatilengger, dan untuk mengkaji dalam mempererat ikatan sosial masyarakat menggunakan teori kohesi sosial yang dikemukakan oleh Emile Durkheim, Kohesi sosial menjadi perekat yang membuat individu dalam masyarakat tidak terpisah-pisah, melainkan terhubung secara emosional dan sosial, sehingga mereka dapat bekerjasama dan hidup berdampingan secara damai. Kohesi sosial adalah modal sosial penting untuk membangun masyarakat yang kuat dan tahan banting, karena melalui kohesi sosial, norma, nilai, dan aturan bersama dapat diikuti dan dijalankan secara konsisten oleh anggota masyarakat desa jatilengger.
Fields of Study & Subjects
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Asian Studies and History
Cross-Cultural and Social Analysis
Publication details
- Journal / source
- Solidarity Journal of Social Humanitarian and Interfaith Research
- Volume
- 1
- Issue
- 01
- Pages
- 49–57
- Publication date
- 28 January 2026
- Language
- ID