Karakteristik Anak Dengan Gangguan Penglihatan Di Lembaga PAUD

Read full text
Authors: Alya Arthamevia Putri, Hery Setiyatna
Cited by: 0

Abstract

Artikel ini membahas karakteristik anak dengan gangguan penglihatan atau tunanetra, yang merujuk pada individu yang mengalamimasalah dalam kemampuan melihat, baik sebagian (low vision) maupun keseluruhan (total blind atau buta). Penting untuk mendefinisikan ketunanetraan berdasarkan fungsi penglihatan yang masih ada untuk mempermudah penyediaan layanan Pendidikan dan keterampilan pendukung. Secara umum, tunanetra diklasikfikasikan menjadi tiga kategori : Tunanetra Ringan (Defective Vision/Low Vision), Tunanetra Setengah Berat (Partially Sighted), dan Tunanetra Total (totally Blind). Penyebab ketunanetraan berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal (endogen) meliputi faktor genetic, kekurangan gizi, kondisi mental ibu hamil, dan paparan racun obat. Faktor eksternal (eksogen) termasuk penyakit (seperti virus Rubella atau kuman sifilis), kecelakaan (fisik atau paparan radiasi/gas beracun), serta kerusakan pada lensa mata. Karakteristik anak tunanetra mencakup aspek kognitif (keterbatasan pengalaman, bergerak, dan interaksi lingkungan), akademik, sosial dan emosional (membutuhkan petunjuk dalam interaksi sosial), dan perilaku (tidak langsung mengakibatkan penyimpangan perilaku). Dalam pembelajaran, anak tunanetra memerlukan strategi pengajaran yang sangat spesifik karena cara belajar mereka berbeda.

Fields of Study & Subjects

Ophthalmology and Visual Impairment Studies Inclusion and Disability in Education and Sport Inclusive Education and Diversity

Publication details

Journal / source
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN
Volume
6
Issue
01
Pages
11–20
Publication date
10 February 2026
Language
ID