Pengobatan Sambua pada Kesenian Kuda Lumping di Ujung Gurun, Kota Padang, Sumatera Barat

Read full text
Authors: Zahra Aulia Eko Putri, Selvi Kasman
Cited by: 0

Abstract

Kesenian Kuda Lumping di Ujung Gurun, Kota Padang, merupakan manifestasi pelestarian identitas budaya masyarakat perantau Jawa yang telah berakulturasi dengan lingkungan etnis Minangkabau sejak tahun 1960. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dimensi spiritualitas dalam Kuda Lumping, khususnya praktik pengobatan tradisional yang dikenal dengan istilah sambua. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambua merupakan bentuk perpaduan budaya yang khas, di mana istilah lokal Minangkabau digunakan untuk praktik ritual medis-spiritual Jawa. Praktik ini melibatkan peran pawang sebagai perantara spiritual dengan menggunakan media sesajen yang memiliki makna filosofis mendalam, seperti bunga tujuh rupa, telur ayam kampung, dan minyak duyung. Prosesi penyemburan pada titik-titik vital tubuh (ubun-ubun, pusar, dan jempol kaki) merepresentasikan upaya menjaga keselarasan antara fisik, batin, dan alam semesta. Keberlangsungan tradisi ini membuktikan bahwa Kuda Lumping di Padang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mempererat solidaritas antar etnis melalui kearifan lokal medis spiritual.

Fields of Study & Subjects

Cultural and Religious Practices in Indonesia Cultural and Artistic Studies Arts and Performance Studies

Publication details

Journal / source
AURELIA Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Volume
5
Issue
1
Pages
1679–1688
Publication date
31 January 2026
Language
ID