Analisis Pendapatan Petani Padi di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020-2024

Read full text
Authors: Mahara Sintong, Muhammad Miftahurridlo, Rohil Al Azizah, Hansel Yasomasi’ita Mendrofa, Endang Melda Sari Telaumbanua, Edwin Christovel Rumahorbo, Nadilla Misdarani, Reicel Natanael Sinurat
Cited by: 0

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan produksi, harga gabah, biaya produksi, serta pendapatan petani padi di Provinsi Sumatera Utara selama lima tahun, yaitu tahun 2020 sampai dengan 2024. Sumber data yang digunakan berasal dari data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS), Sensus Pertanian 2023, serta beberapa penelitian mikro di daerah Kabupaten Batubara dan Serdang Bedagai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deret waktu (time series). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa produksi padi cenderung tetap stabil, berada di kisaran 2,09 hingga 2,21 juta ton GKG. Sementara itu, harga gabah kering panen (GKP) mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp6.200 per kilogram pada tahun 2024. Total pendapatan meningkat dari Rp10,379 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp13,640 triliun pada tahun 2024, serta pendapatan bersih petani naik dari Rp6,293 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp9,495 triliun pada tahun 2024. Kenaikan harga gabah menjadi factor Utama yang memengaruhi peningkatan pendapatan petani, dibandingkan dengan perubahan pada tingkat produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa stabilitas harga, efisiensi biaya, dan dukungan teknologi merupakan factor Utama yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani padi di Sumatera Utara.

Fields of Study & Subjects

Agricultural Economics and Practices Agriculture and Agroindustry Studies Economics of Agriculture and Food Markets

Publication details

Journal / source
Journal of Civic and Character Education
Volume
2
Issue
1
Pages
51–55
Publication date
31 January 2026
Language
ID