HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI PAUD MELATI MOJOLANGU

Read full text
Authors: Davina Aqillah Huwaidaa, Hening Ryan Aryani
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak usia dini dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, melebihi target WHO. Meskipun 1000 HPK menjadi fokus utama sebagian besar penelitian, anak usia 2-5 tahun tetap rentan mengalami stunting. Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada 48 anak. Status gizi dievaluasi menggunakan indeks massa tubuh untuk usia (IMT/U) dan indikator dari KMS/KIA, sedangkan stunting diukur menggunakan tinggi badan untuk usia (TB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan dilengkapi dengan Monte Carlo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan stunting pada anak prasekolah di PAUD Melati Mojolangu pada Oktober 2024. Hasil: Sebagian besar anak memiliki status gizi baik (81,3%) dan tinggi badan normal (75%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan stunting (p < 0,05). Namun, beberapa anak dengan status gizi baik tetap mengalami stunting, yang mengindikasikan peran faktor lain di luar gizi. Kesimpulan: Status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak prasekolah, sehingga diperlukan intervensi komprehensif yang mencakup aspek gizi dan faktor pendukung lainnya.

Fields of Study & Subjects

Public Health and Nutrition Child Nutrition and Water Access Maternal and Neonatal Healthcare

Publication details

Journal / source
JUBIDA
Volume
5
Issue
1
Pages
1–8
Publication date
6 February 2026
Language
ID