Gambaran Kadar HbA1c Pada Mahasiswi dengan Berat Badan Berlebih dan Obesitas di Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2023

Read full text
Authors: Ayumi Lathiyfah Az-Zahra, Glady Inri Rambert, Siemona L. E. Berhimpon
Cited by: 0

Abstract

Peningkatan kasus diabetes melitus (DM) banyak dipengaruhi oleh tingginya angka berat badan berlebih dan obesitas, yang dapat menurunkan sensitivitas insulin dan mengganggu metabolisme glukosa. Mahasiswi kedokteran rentan mengalami gangguan metabolik akibat pola hidup yang tidak teratur. Status glikemik jangka panjang dinilai melalui HbA1c, yang mencerminkan kadar glukosa darah 2–3 bulan terakhir. Pemantauan kadar HbA1c pada mahasiswi dengan berat badan berlebih dan obesitas diperlukan untuk mengidentifikasi kecenderungan gangguan glikemik sejak awal. Tjuan: Mengetahui gambaran kadar HbA1c pada mahasiswi dengan berat badan berlebih dan obesitas di Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diperoleh menggunakan metode purposive sampling dari 30 mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, terdiri atas 15 sampel berat badan berlebih dan 15 sampel obesitas. Dari masing-masing 15 sampel berat badan berlebih dan obesitas, 53,3% sampel berat badan berlebih dan 60% sampel obesitas termasuk kategori normal. Proporsi pre-diabetes lebih tinggi pada kelompok berat badan berlebih, sedangkan nilai HbA1c tertinggi ditemukan pada kelompok obesitas. Kesimpulan: Setengah mahasiswi dengan berat badan berlebih dan lebih dari setengah mahasiswi dengan obesitas memiliki kadar HbA1c dalam batas normal

Fields of Study & Subjects

Methodologies in Health Research and Practice Public Health and Nutrition Adolescent Health and Behaviors

Publication details

Journal / source
Journal of Comprehensive Science (JCS)
Volume
5
Issue
1
Pages
22–38
Publication date
9 January 2026