Hubungan Durasi Bermain Game Online Terhadap Dry Eye Syndrome Pada Siswa SMAS Kristen 1 Tomohon
Abstract
Penggunaan perangkat digital untuk bermain game online semakin meningkat pada remaja dan berpotensi menurunkan frekuensi kedipan serta menyebabkan ketidakstabilan film air mata yang berujung pada Dry Eye Syndrome (DES). Anak remaja merupakan kelompok yang rentan karena intensitas penggunaan perangkat digital yang tinggi. Mengetahui hubungan antara durasi bermain game online dengan kejadian dry eye syndrome pada siswa SMAS Kristen 1 Tomohon. Penelitian analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 159 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner durasi bermain game online dan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI) versi bahasa Indonesia. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Mayoritas responden bermain game online selama 2–4 jam per hari (42,8%), sedangkan kategori OSDI terbanyak adalah OSDI berat (39,0%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi bermain game online dan tingkat keparahan DES (p = 0,014). Proporsi OSDI berat meningkat pada kelompok dengan durasi bermain lebih panjang, yaitu 34,0% pada 4 jam/hari. Terdapat hubungan yang bermakna antara durasi bermain game online dan kejadian dry eye syndrome pada siswa SMAS Kristen 1 Tomohon. Semakin lama durasi bermain, semakin tinggi tingkat keparahan gejala dry eye syndrome.
Fields of Study & Subjects
Ocular Surface and Contact Lens
Ergonomics and Musculoskeletal Disorders
Ophthalmology and Visual Impairment Studies
Publication details
- Journal / source
- Journal of Comprehensive Science (JCS)
- Volume
- 5
- Issue
- 1
- Pages
- 189–199
- Publication date
- 19 January 2026