Hubungan Sedentary Life dengan Status Gizi pada Anak Usia 10-12 Tahun
Abstract
Latar Belakang: Perilaku sedentary life pada anak usia sekolah semakin meningkat seiring dengan penggunaan gawai dan aktivitas berbasis layar. Kehidupan menetap berpotensi mempengaruhi keseimbangan energi sehingga berdampak pada status gizi anak. Tujuan: Mengetahui hubungan sedentary life dengan status gizi pada anak usia 10–12 tahun. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di SDN Tanjungrejo 01 Kota Malang pada tanggal 05 November 2025. Populasi penelitian berjumlah 79 siswa usia 10–12 tahun dengan sampel sebanyak 66 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Kehidupan menetap diukur menggunakan kuesioner Sedentary Behavior Questionnaire (SBQ) yang dimodifikasi menjadi skala likert berbasis frekuensi selama satu minggu, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). Analisis bivariat dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil: Tingkat kehidupan menetap terbanyak berada pada kategori tinggi sebanyak 26 siswa (40%), sedangkan kategori rendah dan sedang masing-masing sebanyak 20 siswa (30%). Status gizi terbanyak adalah gizi normal sebanyak 27 siswa (41%), diikuti kelebihan berat badan 16 siswa (24%), gizi kurang 13 siswa (20%), dan obesitas 10 siswa (15%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p < 0,001 yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara sedentary life dengan status gizi pada anak usia 10–12 tahun. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary life dengan status gizi pada anak usia 10–12 tahun di SDN Tanjungrejo 01 Kota Malang.
Fields of Study & Subjects
Obesity
Physical Activity
Diet
Physical Activity and Health
Human Health and Disease
Publication details
- Journal / source
- Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer
- Volume
- 6
- Issue
- 1
- Pages
- 443–454
- Publication date
- 30 January 2026