The Relationship Between The Results of Early Detection of Mental Health and Academic Burnout Syndrome in Adolescents

Read full text
Authors: Nyoman Arya Wirya Putra
Cited by: 0

Abstract

Masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap tuntutan akademik dan tekanan psikososial yang dapat berdampak pada kesehatan mental serta meningkatkan risiko terjadinya Academic Burnout Syndrome. Kurangnya kemampuan remaja dalam mendeteksi kondisi kesehatan mental sejak dini berpotensi menyebabkan masalah psikologis tidak tertangani secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara hasil deteksi dini kesehatan mental dengan Academic Burnout Syndrome pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 204 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Rank Spearman dengan signifikansi α = (0,05 dengan program SPSS 26. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Self-Reporting Questionnaire (SRQ) dan Copenhagen Burnout Inventory–Student Version (CBI-SV). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 4 Denpasar. Hasil: Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,339, yang menandakan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan lemah dan arah positif. Kesimpulan: semakin tinggi skor hasil deteksi dini kesehatan mental, maka semakin tinggi pula tingkat Academic Burnout Syndrome pada remaja. Deteksi dini kesehatan mental secara rutin penting dilakukan sebagai upaya pencegahan kelelahan akademik di lingkungan sekolah.

Fields of Study & Subjects

Stress and Burnout Research Student Stress and Coping Healthcare professionals’ stress and burnout

Publication details

Journal / source
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer
Volume
6
Issue
1
Pages
466–475
Publication date
30 January 2026