HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA YANG DIRAWAT DI GRIYA LANSIA

Read full text
Authors: Salsabilla Amelia Putri, Riki Ristanto
Cited by: 0

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan populasi lansia di Indonesia diikuti oleh meningkatnya masalah kesehatan mental, terutama depresi pada lansia. Depresi kerap dijumpai pada lansia dengan keterbatasan fungsi fisik dan aktivitas sehari-hari yang berdampak pada penurunan tingkat kemandirian. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kemandirian dengan tingkat depresi pada lansia yang dirawat di Griya Lansia. Metode: Penelitian ini merupakan study analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh lansia yang dirawat di Griya Lansia Husnul Khotimah periode November 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sebanyak 50 sampel. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia ≥ 60 tahun dan lansia yang mampu berkomunikasi dengan baik. Kriteria eksklusi meliputi: (1) lansia yang mengalami gangguan demensia, stroke hemoragik, gangguan jiwa, gangguan sensori berat (tunawicara / tunarungu), penyakit akut berat/terminal, (2) lansia yang sedang menjalani terapi psikiatri atau mengonsumsi obat antidepresan aktif, (3) lansia yang bed rest < 4 hari, dan (4) lansia menolak berpartisipasi dalam penelitian ini. Variabel independen penelitian ini adalah tingkat kemandirian, sedangkan variabel dependen adalah tingkat depresi lansia. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner Indeks Barthel dan Geriatric Depression Scale (GDS-15). Penelitian ini dilaksanakan di griya lansia Husnul Khotimah pada tanggal 2 - 24 November 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman dengan nilai signifikansi p < 0.05. Hasil: Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara tingkat kemandirian dan tingkat depresi (p < 0.05; r = –0.810). Diskusi: Penurunan fungsi fisik berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri. Ketergantungan terhadap orang lain dalam aktivitas sehari-hari dapat menimbulkan perasaan tidak berdaya, kehilangan peran sosial, penurunan harga diri, serta perasaan menjadi beban bagi orang lain. Kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan emosional, termasuk depresi. Rekomendasi: Diperlukan upaya peningkatan kemandirian serta skrining depresi secara rutin pada lansia untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental. Kata kunci: Activity of Daily Living, depresi, kemandirian, lansia.

Fields of Study & Subjects

Aging Health and Disability Health and Well-being Studies Elder Care and Social Issues

Publication details

Journal / source
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer
Volume
6
Issue
1
Pages
605–616
Publication date
30 January 2026
Language
ID