Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia melalui Senam Otak dan Skrining Kognitif

Read full text
Authors: Sri Budhi Rianawati, Herpan Syafii Harahap, Miranthi Ayu Irnanda, Aisyiyah Alviana Agustin, Firda Aunidiah Putri, Sari Dianita Purnama
Cited by: 0

Abstract

Gangguan kognitif mempengaruhi sekitar 17% lansia di Indonesia dan 18,3% di Jawa Timur. Deteksi dini dan intervensi nonfarmakologis sangat penting untuk mempertahankan kesehatan kognitif pada populasi lanjut usia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, melakukan deteksi dini, dan memberikan intervensi gangguan kognitif melalui kegiatan edukasi, skrining, dan senam otak terintegrasi. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: (1) sesi edukasi di Poliklinik Neurologi RSSA dengan 74 peserta; (2) edukasi masyarakat, skrining kognitif menggunakan MoCA-INA, dan senam otek di Puskesmas Janti Malang dengan 75 peserta (90,7% perempuan, rerata usia 66 tahun); dan (3) program senam otak berkelanjutan selama tiga bulan dengan 8 sesi. Hasil skrining praintervesi menunjukkan 82,7% peserta mengalami gangguan kognitif (rerata skor MoCA-INA 20,25). Pascaintervesi, gangguan kognitif menurun menjadi 65,3%, sedangkan fungsi kognitif normal meningkat dari 17,3% menjadi 34,7%. Analisis korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif sangat kuat antara pengukuran pertama dan kedua (r = 0,782; p < 0,001), namun melemah pada pengukuran ketiga (r = 0,241; p = 0,036). Program komprehensif ini efektif menurunkan prevalensi gangguan kognitif. Pendekatan berbasis komunitas ini menunjukkan potensi implementasi berkelanjutan sebagai strategi pencegahan penurunan kognitif pada lansia.

Fields of Study & Subjects

Dementia and Cognitive Impairment Research Cognitive Functions and Memory Physical Activity and Health

Publication details

Journal / source
KOMUNITA Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Volume
5
Issue
1
Pages
378–387
Publication date
5 February 2026
Language
ID