Pengendalian Vektor Aedes Aegypti Berbasis Lingkungan, Biologis, dan Teknologi Modern di Indonesia

Read full text
Authors: Hani Fadhila Raihan
Cited by: 0

Abstract

Aedes Aegypti merupakan vektor utama penular penyakit dengue, chikungunya, zika, dan demam kuning, dan keberadaannya menjadi tantangan kesehatan masyarakat terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk, resistensi terhadap insektisida, serta tingginya mobilitas penduduk berkontribusi pada meningkatnya risiko penularan penyakit. Jumlah kasus demam berdarah di beberapa daerah menunjukkan bahwa upaya pengendalian vektor masih perlu diperkuat. Pengendalian Aedes Aegypti dilakukan melalui berbagai metode, meliputi pendekatan fisik-mekanis, kimiawi, biologis, hingga manajemen lingkungan. Pemerintah Indonesia juga menerapkan sejumlah kebijakan seperti PSN 3M Plus, penggunaan teknologi Wolbachia, Lethal Ovitrap (LO), larvasida nabati, hingga teknik pejantan mandul (SIT). Selain itu, pengendalian terpadu berbasis masyarakat dan surveilans jentik merupakan kunci dalam menekan perkembangan vektor pada semua stadium hidupnya. Nyamuk Aedes Aegypti memiliki ciri biologis dan perilaku yang mendukung kapasitasnya sebagai vektor yang efisien, sehingga pemahaman mengenai siklus hidup, habitat, dan karakteristik biologinya sangat penting dalam menentukan strategi pengendalian yang efektif dan berkelanjutan. Upaya pengendalian yang terintegrasi diharapkan mampu menekan populasi vektor, memutus rantai penularan, serta mengurangi beban penyakit demam berdarah di Indonesia.

Fields of Study & Subjects

Dengue and Mosquito Control Research Mosquito-borne diseases and control Malaria Research and Control

Publication details

Journal / source
Penerbit Health Science UDINUS
Volume
2
Issue
1
Publication date
2 February 2026