Pengendalian Vektor Pinjal dan Kutu Secara Hayati; Terminologi, Teori, dan Aplikasinya
Abstract
Pinjal (flea) dan kutu (lice) merupakan ektoparasit yang berperan penting sebagai vektor berbagai penyakit pada manusia. Beberapa spesies, seperti Xenopsylla cheopis, Ctenocephalides felis, dan Pediculus humanus corporis, terbukti menularkan penyakit pes, tifus, dan rickettsiosis. Selain itu, infestasi langsung seperti skabies dan dermatitis akibat gigitan pinjal dan kutu juga menimbulkan masalah kesehatan lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep, klasifikasi, dan penerapan pengendalian pinjal dan kutu yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Metode pengendalian yang dibahas meliputi pendekatan fisik-mekanis (kebersihan lingkungan, pengelolaan hewan penular), kimiawi (insektisida dan larvasida), biologis (pemanfaatan musuh alami), serta pengendalian lingkungan berbasis masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pengendalian terpadu atau Integrated Vector Management (IVM) lebih efektif dibandingkan metode tunggal karena mampu menekan populasi ektoparasit di berbagai sumber penularan. Kesimpulannya, pengendalian pinjal dan kutu memerlukan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Fields of Study & Subjects
Yersinia bacterium
plague
ectoparasites research
Dengue and Mosquito Control Research
Insects and Parasite Interactions
Publication details
- Journal / source
- Penerbit Health Science UDINUS
- Volume
- 2
- Issue
- 1
- Publication date
- 2 February 2026