Pengendalian Vektor Secara Genetik; Terminologi, Teori, Dan Aplikasinya

Read full text
Authors: Almahi Tasha Ayyuba
Cited by: 0

Abstract

Pengendalian vektor secara genetik merupakan inovasi penting dalam upaya menurunkan beban penyakit menular yang ditularkan oleh vektor seperti nyamuk Aedes dan Anopheles di Indonesia. Metode ini memanfaatkan kemajuan bioteknologi, seperti gene drive, CRISPR/Cas9, Sterile Insect Technique (SIT), dan aplikasi bakteri Wolbachia, untuk memodifikasi populasi vektor sehingga menekan transmisi patogen. Studi kasus di Yogyakarta menunjukkan bahwa pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia mampu menurunkan insiden demam berdarah hingga 77% dan rawat inap sebesar 86% dalam dua tahun, tanpa dampak ekologi yang signifikan. Sementara itu, gene drive menawarkan potensi supresi populasi vektor secara revolusioner, namun masih menghadapi tantangan etik, risiko ekologi, dan regulasi yang ketat. Analisis bioetika dan risiko ekologi menyoroti pentingnya monitoring jangka panjang, konsultasi publik, serta pengawasan regulasi nasional dan internasional. Integrasi pengendalian genetik dengan strategi pengelolaan vektor terpadu (IVM), seperti penggunaan insektisida dan edukasi masyarakat, menjadi kunci efektivitas dan keberlanjutan program. Tantangan utama meliputi hambatan teknis, literasi masyarakat, biaya riset, serta harmonisasi kebijakan. Dengan kolaborasi multidisiplin dan dukungan kebijakan yang kuat, pengendalian vektor secara genetik berpotensi menjadi solusi inovatif dan berkelanjutan untuk mengatasi penyakit menular di Indonesia dan dunia.

Fields of Study & Subjects

Mosquito-borne diseases and control Dengue and Mosquito Control Research Insect behavior and control techniques

Publication details

Journal / source
Penerbit Health Science UDINUS
Volume
2
Issue
1
Publication date
2 February 2026