Teknik Identifikasi White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee
Abstract
White Spot Syndrome Virus (WSSV) merupakan patogen viral yang menyebabkan mortalitas massal hingga 100% pada budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) dalam waktu 3-10 hari pasca infeksi. Deteksi dini menggunakan teknik molekuler menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknik identifikasi WSSV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan (Januari-Maret 2024) dengan sampel udang vannamei calon induk berusia 1 bulan. Prosedur diagnostik meliputi preparasi sampel (organ insang dan pleopoda), ekstraksi DNA menggunakan lysis buffer, amplifikasi dengan thermocycler, dan elektroforesis untuk visualisasi produk PCR. Hasil pengujian dari 4 sampel menunjukkan 2 sampel positif WSSV dan 2 sampel negatif, diidentifikasi berdasarkan kemunculan pita DNA pada posisi 941 bp yang sesuai dengan kontrol positif. Metode PCR terbukti sensitif, spesifik, dan efisien untuk deteksi WSSV pada fase subklinis sebelum munculnya gejala klinis. Implementasi protokol biosekuriti ketat dan pemeriksaan rutin menggunakan PCR sangat direkomendasikan untuk mencegah outbreak WSSV dalam sistem budidaya intensif udang vannamei
Fields of Study & Subjects
Aquaculture disease management and microbiota
Crustacean biology and ecology
Animal Virus Infections Studies
Publication details
- Journal / source
- South East Asian Aquaculture
- Volume
- 3
- Issue
- 2
- Pages
- 48–53
- Publication date
- 20 January 2026