Hubungan Usia Saat Menikah Dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Kejadian Stunting Di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu

Read full text
Authors: Dwi Oktavia Anggraini, Agrina, Ari Pristiana Dewi
Cited by: 0

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat serius karena berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Dua faktor yang sering dikaitkan dengan kejadian stunting adalah usia saat menikah dan status sosial ekonomi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia saat menikah dan status sosial ekonomi terhadap kejadian stunting pada balita di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross- sectional. Sampel sebanyak 98 ibu yang memiliki balita dipilih dengan teknik insidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Fisher’s exact test karena uji Chi- square tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang menikah pada usia < 19 tahun sebanyak 24 orang (24,5%), dengan 13 anak (52,2%) mengalami stunting dan 11 anak (47,8%) tidak mengalami stunting. Responden dengan status sosial ekonomi rendah berjumlah 34 orang (34,7%), dengan 17 anak (50,0%) mengalami stunting dan 17 anak (50,0%) tidak mengalami stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara usia saat menikah dengan kejadian stunting pada balita (p-value < 0,05) dan terdapat hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita (p-value < 0,05). usia saat menikah dan status sosial ekonomi yang rendah berkontribusi terhadap peningkatan risiko stunting pada balita.

Fields of Study & Subjects

Public Health and Nutrition Child Nutrition and Water Access Food Security and Socioeconomic Dynamics

Publication details

Journal / source
Borneo Nursing Journal (BNJ)
Volume
8
Issue
1
Pages
2101–2108
Publication date
1 January 2026