Status Gizi Ibu Hamil Sebagai Prediktor Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Wae Nakeng
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan suatu kondisi status gizi kurang yang bersifat kronik yang disebabkan oleh gizi yang tidak adekuat sejak masa kehamilan sampai dengan anak berusia 2-5 tahun. Stunting tidak hanya menekankan tinggi badan yang kurang berdasarkan umur anak, melainkan alarm akan krisis nutrisi yang mengancam masa depan anak dikemudian hari. Tujuan: Mengetahui bagaimana korelasi status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. Metode Penelitian: Studi case control melibatkan 152 ibu, 76 balita stunting dan 76 balita normal dengan menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional untuk membedah faktor-faktor risiko stunting. Hasil: Berdasarkan enam variabel yang diteliti diantaranya status gizi ibu hamil, usia, pendidikan, pekerjaan, tinggi badan, dan paritas, status gizi ibu terbukti dengan menjadi salah satu prediktor terhadap kejadian stunting dengan nilai p-value 0,001, OR 3,854 (CI 1,754-8,469). Sehingga, Ibu hamil dengan gizi kurang selama kehamilan memiliki risiko 4 kali lebih tinggi melahirkan balita stunting dibandingkan ibu dengan status gizi baik. Kesimpulan: penelitian ini menemukan bahwa status gizi ibu hamil menjadi salah satu prediktor stunting pada balita.
Fields of Study & Subjects
Public Health and Nutrition
Child Nutrition and Water Access
Maternal and Neonatal Healthcare
Publication details
- Journal / source
- Borneo Nursing Journal (BNJ)
- Volume
- 8
- Issue
- 1
- Pages
- 3064–3070
- Publication date
- 31 January 2026