Menerima ‘Yang Lain’
Abstract
Masyarakat multikultural sering dihadapkan pada tantangan seperti konflik antarkelompok, intoleransi, dan ketidakadilan sosial, yang muncul akibat ketidakmampuan menerima perbedaan. Toleransi, sebagai “kebajikan kewarganegaraan,” menjadi kunci untuk menjaga harmoni sosial. Artikel ini bertujuan menjelaskan relevansi konsep fenomenologi pemberian (givenness) Jean-Luc Marion dalam memahami toleransi. Melalui studi literatur dan analisis filosofis, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep givenness yang menekankan penerimaan tanpa syarat terhadap “yang lain” (the other) dapat menjadi kerangka filosofis untuk menerima perbedaan dan membangun toleransi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip givenness mendorong sikap rendah hati, keterbukaan, dan penghormatan terhadap keberagaman, yang menjadi fondasi bagi toleransi dan kebajikan kewarganegaraan. Namun, penerapan konsep ini menghadapi tantangan dalam mengatasi ketidakadilan struktural. Artikel ini menawarkan pemikiran Marion sebagai dasar untuk mengembangkan sikap toleransi dalam masyarakat multikultural, menciptakan kehidupan bersama yang inklusif, harmonis, dan berkeadilan.
Fields of Study & Subjects
Philosophy
Ethics
and Existentialism
Philosophical and Historical Studies
Political Philosophy and Ethics
Publication details
- Journal / source
- Logos Jurnal Pendidikan Katekese dan Pastoral
- Volume
- 13
- Issue
- 2
- Publication date
- 28 February 2026
- Language
- ID