Pemodelan Spasial Kesesuaian Habitat Rekrekan (Presbytis comata fredericae Sody, 1930) menggunakan Analisis MaxEnt di Hutan Petungkriyono, KPH Pekalongan Timur
Abstract
Hutan Petungkriyono merupakan kawasan konservasi sebagai habitat satwa endemik di Pulau Jawa, seperti Rekrekan (Presbytis comata fredericae Sody, 1930). Salah satu wujud kewajaran ruang hidup secara spasial adalah melalui pendekatan Natural Specialty Displaying (NSD). Eksplorasi ini bertujuan untuk menentukan kelayakan lingkungan Rekrekan di Hutan Petungkriyono, KPH Pekalongan Timur. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2023. Model kesesuaian habitat menggunakan data titik koordinat perjumpaan dan variabel lingkungan habitat Rekrekan. Data tersebut kemudian dianalisis Dengan menggunakan algoritma Maximum Entropy (MaxEnt), dapat dibangun model kesesuaian habitat Rekrekan. Hasil penelitian menunjukkan tiga model kategori kesesuaian habitat, tinggi 1.554 ha (26%), sedang 1.562 ha (27%), dan rendah 2.658 ha (46%). Penilaian model dengan pengujian MaxEnt menunjukkan bahwa lingkungan tersebut wajar untuk habitat Rekrekan di Hutan Petungkriyono KPH Pekalongan Timur memiliki tingkat presisi model yang umumnya sangat baik dengan nilai AUC 0,916
Fields of Study & Subjects
Species Distribution and Climate Change
Wildlife Ecology and Conservation
Wildlife-Road Interactions and Conservation
Publication details
- Journal / source
- JURNAL GREEN HOUSE
- Volume
- 4
- Issue
- 2
- Pages
- 45–54
- Publication date
- 29 January 2026