Extreme Value Theory Dalam Skema Perencanaan Blended Finance
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penerapan risiko ekstrem melalui Extreme Value Theory (EVT) dapat digunakan untuk membentuk desain pembiayaan campuran yang lebih presisi. Data yang digunakan adalah pengembalian harian dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama kurang lebih sepuluh tahun, yang kemudian dimasukkan ke dalam log-return dan dianalisis menggunakan pendekatan Peaks-Over-Threshold (POT). Kuantil lima persen digunakan sebagai titik ambang dan digunakan untuk memodelkan GPD. Hasil estimasi menunjukkan nilai parameter bentuk (ξ) sekitar 0,4859, yang sesuai dengan distribusi heavy-tailed, dengan VaR 95% dan 99% masing-masing sebesar -5,01% dan -6,51%, dan ES 99% sekitar -9,07%. Hasil ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih memiliki risiko substansial dan tidak dapat sepenuhnya diwakili menggunakan distribusi normal sebagai model. Selain itu, juga dilakukan pemetaan risiko dalam tiga lapisan; komersial, menengah-tinggi, dan ekstrem, untuk identifikasi keberkelanjutan dan kebutuhan bantuan keuangan untuk memungkinkan adanya modal konsesional. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan pembiayaan yang seimbang dengan memanfaatkan EVT memungkinkan alokasi modal publik yang lebih terfokus pada pilihan instrumen risiko-terbatas seperti modal kerugian pertama, jaminan parsial, dan utang subordinasi serta menentukan proporsi eksposur dengan cakupan pasar.
Fields of Study & Subjects
Financial Risk and Volatility Modeling
Probability and Risk Models
Sustainable Finance and Green Bonds
Publication details
- Journal / source
- Journal of Capital Markets and Banking
- Volume
- 14
- Issue
- 1
- Pages
- 167–187
- Publication date
- 11 February 2026
- Language
- ID