LATIHAN TERAPI BERCAKAP - CAKAP TERHADAP PENURUNAN TINGKAT HALUSINASI PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT SOEHARTO HEERDJAN

Read full text
Authors: Muhammad Gilman Faza, Buntar Handayani, Putri Permata Sari, Sri Atun Wahyuningsih
Cited by: 0

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi merupakan gangguan persepsi ketika individu merasakan sesuatu yang tidak nyata, salah satunya halusinasi pendengaran sebagai gejala positif skizofrenia. Halusinasi pendengaran perlu segera ditangani karena dapat memicu perilaku agresif. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat diberikan yaitu latihan terapi bercakap- cakap untuk membantu pasien mengalihkan perhatian dari suara halusinasi. Terapi bercakap-cakap bermanfaat menumbuhkan kepercayaan diri pasien serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Tujuan peneliti ini untuk menganalisis latihan terapi bercakap–cakap dapat menurunkan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan 2 responden yang mengalami halusinasi pendengaran. Instrumen: Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), lembar observasi tanda dan gejala, standar oprasional latihan terapi bercakap-cakap. Pelaksanaan intervensi dilakukan selama 4 hari berturut-turut dengan 2 kali pertemuan dalam sehari dengan durasi waktu 30-45 menit. Hasil: penelitian ini kedua responden mengalami penurunan tingkat halusinasi pendengaran yang signifikan yakni responden I dari skor 29 (halusinasi pendengaran berat) menjadi 4 (halusinasi pendengaran ringan), responden II dari skor 38 (halusinasi pendengaran sangat berat) menjadi 8 (halusinasi pendengaran ringan). Kesimpulan: Latihan terapi bercakap-cakap dapat membantu menurunkan tingkat halusinasi pendengaran.

Fields of Study & Subjects

Schizophrenia research and treatment Hallucinations in medical conditions Psychiatric care and mental health services

Publication details

Journal / source
Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni
Volume
2
Issue
1
Pages
9–20
Publication date
31 January 2026