Diksi dan Majas sebagai Strategi Stilistika dalam Novel “Kami Bukan Sarjana Kertas” Karya J.S. Khairen

Read full text
Authors: Diana Sinaga
Cited by: 0

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena penggunaan bahasa dalam novel Indonesia kontemporer yang semakin berperan sebagai sarana penyampaian kritik sosial, khususnya terhadap isu pendidikan dan konstruksi kesuksesan. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan peran diksi dan majas sebagai strategi stilistika dalam membangun makna sosial pada novel Kami Bukan Sarjana Kertas karya J.S. Khairen. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan stilistika. Data berupa kata, frasa, dan ungkapan yang muncul dominan dalam narasi dan dialog tokoh, yang dianalisis melalui klasifikasi dan interpretasi fungsi kebahasaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang secara konsisten memanfaatkan diksi denotatif, konotatif, dan populer untuk membentuk realitas sosial, memperkuat emosi tokoh, serta menciptakan kedekatan dengan pembaca. Selain itu, majas metafora, hiperbola, ironi, dan satire digunakan sebagai perangkat ideologis untuk mengkritik pandangan masyarakat yang memaknai kesuksesan sebatas gelar akademik. Dengan demikian, diksi dan majas dalam novel ini berfungsi tidak hanya sebagai unsur estetika, tetapi sebagai strategi stilistika yang merepresentasikan kegelisahan generasi muda dan resistensi terhadap wacana pendidikan formalistik.

Fields of Study & Subjects

Literary Theory and Cultural Hermeneutics Linguistics and Language Analysis Linguistic Cultural and Literary Studies

Publication details

Journal / source
Boraspati Journal Journal of Bilingualism Organization Research Articles Studies in Pedagogy Anthropology Theory and Indigenous Cultures
Volume
2
Issue
2
Pages
251–259
Publication date
27 January 2026