Pandangan Akademisi Atma Jaya Yogyakarta atas Demonstrasi Agustus Etnis Tionghoa

Read full text
Authors: Raina Madeleine Allbright, Felisha Olivia Wijaya
Cited by: 0

Abstract

Kehadiran etnis Tionghoa di Nusantara telah berlangsung sejak abad ke-15, namun posisi sosial mereka tetap rentan akibat warisan politik kolonial divide et impera dan stereotip sejarah yang negatif. Penelitian ini mengkaji dinamika kedudukan etnis Tionghoa dalam konteks kewarganegaraan di Indonesia, dengan fokus pada dampak aksi demonstrasi Agustus 2025 bertajuk “Indonesia Gelap, Revolusi Dimulai” di Yogyakarta. Meskipun konstitusi menjamin kesetaraan, narasi provokasi SARA yang muncul dalam demonstrasi tersebut menunjukkan pola yang serupa dengan Tragedi Mei 1998, sehingga membangkitkan trauma kolektif lintas generasi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa gejolak sosial ini menimbulkan dampak multidimensional: secara psikologis berupa kecemasan dan kehilangan rasa aman; secara sosial berupa penarikan diri dari ruang publik; serta secara ekonomi berupa lesunya aktivitas bisnis. Faktor utama langgengnya diskriminasi diidentifikasi berasal dari stereotip "kelompok asing" yang diwariskan sejak masa kolonial, minimnya ruang dialog multikultural, serta masifnya disinformasi di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan karakter, penciptaan forum dialog lintas komunitas di Yogyakarta, serta peran strategis influencer dalam menyebarkan pesan inklusif menjadi krusial untuk memitigasi sentimen rasial dan memperkuat integrasi nasional.

Fields of Study & Subjects

Multicultural Education and Local Wisdom Islamic Studies and Radicalism Pancasila Values in Education

Publication details

Journal / source
Sociale Journal of Social and Political Sciences
Volume
2
Issue
1
Pages
1–15
Publication date
10 January 2026