Multikulturalisme dalam persatuan Indonesia
Abstract
Indonesia dengan 17.000 pulau dan 1.300 etnis menghadapi tantangan menjaga persatuan di tengah konflik SARA digital yang mencapai 60% kasus pada 2024 (Kominfo) dan globalisasi yang mengancam identitas lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran multikulturalisme dalam memperkuat solidaritas nasional melalui pendidikan kewarganegaraan, kebijakan publik, dan literasi digital. Menggunakan pendekatan yuridis normatif kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, populasi mencakup norma hukum primer (UUD 1945 Pasal 18B, UU No. 39/1999) dan literatur multikulturalisme 2000-2025, dengan sampel purposif karya Koentjaraningrat (2009), Tilaar (2004), serta jurnal terbaru. Instrumen studi kepustakaan Google Scholar dianalisis melalui model Miles-Huberman (reduksi, display, triangulasi) plus SWOT (Sugiyono, 2022; Emzir, 2023). Hasil menunjukkan multikulturalisme mengurangi polarisasi 50% melalui Profil Pelajar Pancasila, festival budaya, dan kampanye anti-hoaks, didukung regulasi HAM inklusif. Kesimpulan merekomendasikan framework hybrid AI dialog antarbudaya oleh Kemendikbudristek untuk mengatasi literasi digital rendah dan radikalisme online, melengkapi Bhinneka Tunggal Ika dengan blockchain validasi .
Fields of Study & Subjects
Multicultural Education and Local Wisdom
Pancasila Values in Education
Multicultural Socio-Legal Studies
Publication details
- Journal / source
- Indonesian Journal Of Education
- Volume
- 2
- Issue
- 3
- Pages
- 517–520
- Publication date
- 7 January 2026