Manajemen Risiko Kredit Bermasalah di BPRS Mitra Harmoni Malang

Read full text
Authors: Helmi Muhammad, Hoirul Anam, Santra Eda Yuda, Wildan Rosyid
Cited by: 0

Abstract

Manajemen risiko kredit merupakan aspek krusial dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional Bank Pembiayaan Rakyat (BPRS) Syariah, terutama dalam menangani risiko pembiayaan bermasalah yang berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik manajemen risiko kredit bermasalah yang diterapkan di BPRS Mitra Harmoni Malang dan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi terjadinya pembiayaan bermasalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data tersebut diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas manajemen dan pembiayaan, observasi lapangan, dan analisis dokumen internal bank. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang ditarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko kredit di BPRS Mitra Harmoni Malang telah dilakukan melalui tahapan analisis pembiayaan, pemantauan pembiayaan berjalan, dan penanganan pembiayaan bermasalah. Pembiayaan bermasalah umumnya dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kualitas analisis dan pemantauan pembiayaan, serta faktor eksternal berupa kondisi ekonomi nasabah UMKM. Strategi penanganan yang diterapkan meliputi pendekatan persuasif, rescheduling, dan restrukturisasi pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun manajemen risiko kredit telah berjalan, penguatan aspek monitoring dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia tetap diperlukan untuk menurunkan tingkat pembiayaan bermasalah secara berkelanjutan.

Fields of Study & Subjects

Islamic Finance and Banking Studies Banking stability regulation efficiency Microfinance and Financial Inclusion

Publication details

Journal / source
Jurnal Semesta Ilmu Manajemen dan Ekonomi
Volume
2
Issue
3
Pages
34–42
Publication date
15 January 2026