Pengaruh Hybrid Work Model terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z dengan Moderasi Work-Life Balance
Abstract
Hybrid work sebagai model yang memberikan fleksibilitas kerja bagi karyawan dinilai membatasi interaksi sosial dan mengaburkan peran individu antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi berpotensi mempengaruhi kinerja karyawan generasi Z. Hubungan tersebut diduga akan berpengaruh positif atau menguat apabila karyawan generasi Z memiliki tingkat work-life balance yang tinggi. Penelitian ini menguji pengaruh hybrid work model terhadap kinerja karyawan generasi Z dimoderasi oleh work-life balance. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei terhadap 121 karyawan yang pernah melaksanakan model kerja hybrid dari berbagai sektor dan berusia 18-28 tahun dengan metode purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala hybrid work model berdasarkan teori Lauring dan Jonasson, Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) oleh Koopmans dkk, dan Work-Life Balance Scale oleh Fisher dkk. Analisis data yang dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan analisis moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif signifikan dari hybrid work model terhadap kinerja karyawan (b = 0.209, β = 0.199, p = 0.029) dan (2) terdapat peran moderasi positif signifikan dari work-life balance (b = 0.492, β = 0.263, p = 0.011). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat work-life balance yang dimiliki oleh karyawan generasi Z maka semakin mendorong efektivitas hybrid work model dalam meningkatkan kinerja.
Fields of Study & Subjects
Education
Sociology
Communication Studies
Employee Performance and Leadership
Employee Performance and Management
Publication details
- Journal / source
- Universitas Airlangga Repository (Universitas Airlangga)
- Publication date
- 5 January 2026
- Language
- ID