"Losing Happiness" Komposisi Musik Pop Berdasarkan Konsep Ironi Melik
Abstract
Fenomena kontradiksi antara musik bernuansa ceria dengan lirik yang mengangkat tema kelam, seperti depresi dan keinginan bunuh diri, banyak ditemukan dalam musik populer, khususnya J-Pop. Fenomena ini dapat dipahami melalui konsep ironi melik (melic irony) yang dikemukakan oleh Joseph G. Moore (2024), yaitu ironi yang muncul dari ketegangan antara karakter musikal dan makna lirik, sekaligus membuka kemungkinan musik memiliki kapasitas semantik melalui interaksinya dengan lirik. Berdasarkan konsep tersebut, rangkaian karya “Losing Happiness” diciptakan untuk menerapkan ironi melik dalam karya musik pop untuk mengeksplorasi potensi kapasitas semantik musik melalui kontradiksi antara elemen musikal dan lirik. Penciptaan dilakukan dengan merancang elemen intramusikal—seperti tempo, melodi, harmoni, ritme, dan instrumentasi—yang dikontraskan secara sadar dengan makna semantik lirik yang dianalisis menggunakan pendekatan semantik leksikal dan stilistika. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggaran norma kesesuaian antara musik dan lirik menghasilkan ketegangan ironis yang mendorong penafsiran ulang makna lagu secara keseluruhan. Dengan demikian, karya ini menyimpulkan bahwa ironi melik dapat menjadi strategi penciptaan yang efektif untuk meningkatkan kapasitas ekspresif dan semantik dalam komposisi musik pop.
Fields of Study & Subjects
Musicology and Musical Analysis
Artistic and Creative Research
Music Technology and Sound Studies
Publication details
- Journal / source
- Institutional Repository (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
- Publication date
- 7 January 2026
- Language
- EN
- Document type
- Thesis