Hubungan Pet attachment dengan Psychological well-being pada Pemilik Kucing Usia Emerging Adulthood

Authors: '- Aisyah Febriani
Cited by: 0

Abstract

Masa emerging adulthood ditandai oleh pencarian identitas, perubahan peran sosial, dan ketidakstabilan emosional yang membuat individu rentan mengalami penurunan psychological well-being. Dalam konteks ini, hewan peliharaan, khususnya kucing, sering dianggap sebagai sumber kenyamanan emosional dan faktor protektif. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara pet attachment dan psychological well-being masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pet attachment dan psychological well-being pada pemilik kucing usia emerging adulthood. Penelitian melibatkan 201 partisipan berusia 18–25 tahun dengan menggunakan Lexington Attachment to Pets Scale (LAPS) dan Short-form Ryff’s Psychological well-being Scale (RPWBS). Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi r = 0,042 dengan p = 0,552, yang menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara pet attachment dan psychological well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan dengan hewan peliharaan saja belum cukup menjelaskan psychological well-being, sehingga faktor lain seperti dukungan sosial dan kondisi psikososial perlu dipertimbangkan dalam penelitian selanjutnya.

Fields of Study & Subjects

Human-Animal Interaction Studies Psychological Well-being and Life Satisfaction Attachment and Relationship Dynamics

Publication details

Journal / source
Universitas Airlangga Repository (Universitas Airlangga)
Publication date
7 January 2026
Language
ID