Musik dan Ilusi Waktu

Authors: Aris Setiawan
Cited by: 0

Abstract

Artikel ini merefleksikan hubungan antara musik, ingatan, dan persepsi waktu dalam kehidupan manusia modern. Musik dipahami bukan sekadar medium bunyi, melainkan mekanisme kognitif dan emosional yang membentuk ulang kenangan secara distorsif. Ingatan yang dipanggil oleh musik bukanlah representasi objektif masa lalu, melainkan versi sinematik yang dikonstruksi oleh susunan nada, tempo, dan dinamika. Dalam pengulangan musik, manusia menemukan ilusi stabilitas—sebuah “pulau temporal” yang menawarkan rasa aman dari perubahan dan kehilangan. Musik berfungsi sebagai penyangga terhadap ketakutan akan lupa, yang dalam konteks ini justru dipandang sebagai kemewahan. Artikel ini juga mengkritisi pergeseran fungsi musik di era digital, ketika musik kian hadir sebagai pelarian temporal: menemani rutinitas, meredam kelelahan, dan mengaburkan alur waktu tanpa meninggalkan jejak kenangan mendalam. Teknologi digital memecah musik menjadi fragmen-fragmen yang dapat diulang, diacak, dan disusun ulang, menandai penolakan terhadap waktu linier. Pada akhirnya, artikel ini menegaskan bahwa musik dan waktu adalah entitas yang saling bertaut, berjalan bersama dalam membawa kisah manusia—antara tawa dan kesedihan—sebagai pengalaman eksistensial yang terus berulang dan berubah.

Fields of Study & Subjects

Neuroscience and Music Perception Musicology and Musical Analysis Music History and Culture

Publication details

Journal / source
Institutional Repository ISI Surakarta (Institut Seni Indonesia Surakarta)
Publication date
6 January 2026
Language
ID