Cahaya Di Balik Pintu

Authors: Mustika Sekar Negari
Cited by: 0

Abstract

Cahaya di Balik Pintu merupakan karya tari yang berangkat dari perjalanan emosional individu dalam menghadapi proses pergulatan batin, serta pencarian kembali makna diri. Karya ini menggambarkan pengalaman internal seseorang yang berusaha melewati fase emosional hingga akhirnya menemukan kembali harapan dan penerimaan diri. Perjalanan emosional yang dialami tersebut divisualisasikan dengan teori 5 Stages of Grief atau 5 tahap Kedukaan oleh Elisabeth Kubler-Ross yang menyatakan bahwa dalam sebuah peristiwa kedukaan, manusia akan melewati lima tahap yaitu Penyangkalan (Denial), Kemarahan (Anger), Penawaran (Bargaining), Depresi (Depression), dan Penerimaan (Acceptance). Karya tari Cahaya di Balik Pintu dipentaskan di Proscenium stage jurusan tari ISI Yogyakarta. Pertunjukan tari Cahaya di Balik Pintu terdiri dari 5 adegan. Dalam bentuk penyajiannya, karya ini ditarikan oleh sepuluh penari. Terbagi menjadi 5 penari yang merepresentasikan sosok keluarga, dan 5 penari lainnya sebagai representasi dari 5 tahap emosi. Artistik yang digunakan dalam karya Cahaya di Balik Pintu meliputi setting lampion, bingkai pintu, serta kain backdrop putih. Selain itu, menggunakan properti lampu LED tangan, dan kain penutup mata. Musik tari menggunakan format MIDI dengan durasi keseluruhan 22 menit.

Fields of Study & Subjects

Theatre and Performance Studies Diversity and Impact of Dance Artistic and Creative Research

Publication details

Journal / source
Institutional Repository (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Publication date
12 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis