Pakeliran Wayang Calung Banyumasan Lakon Jumenengan Jaka Kaiman

Authors: Pradana Dewantara
Cited by: 0

Abstract

Fokus utama pementasan Wayang Calung Banyumasan Lakon Jumenengan Jaka Kaiman adalah memadukan karakter musikal Calung Banyumasan dengan cerita Babad Banyumas. Penggarapan cak pakeliran dengan strategi menyanggit lakon, catur sesuai ciri khas Banyumasan. Alur cerita bersumber dari Naskah Babad Banyumas versi Mertadiredjan, pada bagian episode perjalanan Bagus Mangun atau Jaka Kaiman dinobatkan menjadi bupati pertama di Kabupaten Banyumas oleh Sultan Pajang. Cerita tersebut disanggit menjadi sebuah lakon yang dipergelarkan dalam pakeliran Wayang Calung Banyumasan. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa perpaduan Calung Banyumasan dengan cerita babad dicapai dengan pengolahan pola ritme Calung Banyumasan, bentuk iringan, dinamika tabuhan Calung, dan pemilihan laras yang mendukung dramatikal adegan. Penggunaan cerita Babad Banyumas sebagai lakon bukan menjadi suatu batasan dalam karya Wayang Calung Banyumasan, tetapi menjadi tawaran bagi masyarakat dalang, khususnya di Banyumas Raya, sebagai inovasi pertunjukan. Kata Kunci: Pakeliran, Wayang Calung Banyumasan, Babad Banyumas

Fields of Study & Subjects

Musicology and Musical Analysis Cultural and Artistic Studies Diverse Musicological Studies

Publication details

Journal / source
Institutional Repository (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Publication date
1 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis