Angleluri

Authors: Gandhi Purnama Saputra
Cited by: 0

Abstract

Angleluri diambil dari kata bahasa jawa yang berarti “njogo” atau “ngrumat”, dan dalam bahasa indonesia yaitu “menjaga”, menjaga harapan dalam menjalani perjalanan yang dimaknai sebagai sebuah perjuangan. Harapan dalam karya tari Angleluri merupakan harapan yang hadir dari dalam diri sendiri untuk selalu berjuang walupun banyak rintangan dan hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. hasil yang tidak sesuai harapan bukanlah alasan berhenti, namun menjadi pembelajaran untuk terus berjalan dan berjuang. Karya tari Angleluri bertemakan perjuangan. Hal ini yang diungkapkan mengenai tema karena memvisualkan interpetasi perjuangan dalam melakukan perjalanan menurut yang dirasakan seperti kenyamanan, kesedihan,kebingungan dan kekecewaan Karya ini diciptakan dalam bentuk koreografi kelompok menggunakan 7 penari, yang dibagi menjadi 4 penari laki-laki dan 3 penari perempuan. Bentuk dan cara ungkap dalam karya ini menggunakan tipe tari dramatik dengan menggunakan metode penciptaan yaitu eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Aspek-aspek yang digunakan dalam koreografi ini menggunakan pola ruang, waktu tenaga disertai dengan bentuk, teknik, dan isi. Karya Angleluri menceritakan perjalanan berksenian penata sejak memulai dari kesenian reog wayang kemudian melanjutkan belajar tari klasik gaya yogyakarta dan perjalanan tentang rasa suka dan proses mempelajari pembuatan topeng tari. Karya ini di laksanakan di Proscenium Stage Tari ISI Yogyakarta pada malam hari. Karya ini di bagi menjadi 5 adegan yaitu, introduksi, adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan adegan 4.

Fields of Study & Subjects

Cultural and Artistic Studies Diversity and Impact of Dance Theatre and Performance Studies

Publication details

Journal / source
Institutional Repository (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Publication date
12 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis