Hubungan Pola Makan dengan Kemampuan Anaerobik Lari 40 Meter pada SDIT Adzkia 1 Padang
Abstract
Anak usia sekolah dasar berada pada masa pertumbuhan yang membutuhkan pola makan seimbang dan kebugaran jasmani optimal. Berbagai laporan nasional menunjukkan bahwa kebugaran jasmani anak Indonesia masih rendah, termasuk pada komponen yang memerlukan kerja anaerobik seperti kecepatan dan kekuatan otot. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara pola makan dengan kemampuan anaerobik lari 40 meter pada siswa kelas 4 dan 5 di SDIT Adzkia 1 Padang. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pola makan dinilai menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sedangkan kemampuan anaerobik diukur melalui waktu tempuh lari 40 meter sesuai standar Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner oleh orang tua, disertai tes lari langsung di sekolah. Sebanyak 81 siswa memenuhi kriteria inklusi dan berpartisipasi dalam penelitian. Analisis univariat menggambarkan mayoritas siswa memiliki pola makan kurang (67,9%). Sebagian besar responden juga berada pada kategori kemampuan anaerobik yang kurang (37,0%) dan kurang sekali (34,5%). Hasil uji Tes Fisher’s Exact menunjukkan nilai p = 0,539 (p > 0,05) yang menandakan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kemampuan anaerobik lari 40 meter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan tidak berhubungan dengan kemampuan anaerobik pada siswa SDIT Adzkia 1 Padang. Faktor lain seperti latihan fisik, indeks massa tubuh (IMT), status gizi, usia, dan jenis kelamin perlu dipertimbangkan dalam penelitian lanjutan
Fields of Study & Subjects
Obesity
Physical Activity
Diet
Nutrition
Health and Food Behavior
Physical Education and Training Studies
Publication details
- Journal / source
- Andalas University eThesis (Andalas University)
- Publication date
- 15 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis