Penciptaan Teater Oikos Berdasarkan Kerusakan Lingkungan Hidup Dengan Media Audio Visual

Authors: Puti Ilalang Sunyi
Cited by: 0

Abstract

Penelitian penciptaan karya seni ini berlatar belakang pada krisis lingkungan global yang kini disebut sebagai zaman Antroposen, di mana kerusakan ekologis atau ekosida terjadi secara masif akibat dominasi dan eksploitasi manusia. Fokus karya ini adalah mengangkat isu pencemaran udara yang diakibatkan oleh aktivitas industri, Penciptaan teater Oikos berpusat pada tragedi satu keluarga yang terperangkap dalam dampak polusi dan trauma, yang dibingkai oleh konteks historis kolonialisme dan mitos tebu manten. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan reflektif-kontemplatif pada penonton, sehingga mencapai ecological literacy. Penciptaan teater Oikos dengan media audio visual menggunakan teori Teater Epik Bertolt Brecht untuk memantik sikap kritis terhadap realitas sosial dan Estetika Taoisme untuk memunculkan sikap kontemplatif untuk mencapai ecological literacy. Penciptaan karya ini menggunakan metode yang digagas David Campbell dengan tahapan persiapan, konsentrasi, inkubasi, illuminasi dan verifikasi. Melalui sintesis dua pendekatan tersebut, Oikos berupaya melampaui sekadar representasi realitas, menuju pengalaman estetis yang mendorong penonton untuk merefleksikan kembali posisi mereka sebagai bagian dari ekosistem. Hasilnya berupa pertunjukan teater yang memadukan gaya pertunjukan representasi dan presentasi yang menggambarkan keutuhan dimensi tokoh sekaligus membangun sikap kritis dan reflektif.

Fields of Study & Subjects

Theatre and Performance Studies Artistic and Creative Research Ecocriticism and Environmental Literature

Publication details

Journal / source
Institutional Repository (Institut Seni Indonesia Yogyakarta)
Publication date
13 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis