Pengaruh Lama Pencahayaan Dan Level Protein Ransum Terhadap Umur Saat Sexual Maturity, Bobot Puyuh Saat Sexual Maturity, Bobot Telur Pertama Dan Umur Mencapai 30% Quail Day Production Puyuh (coturnix coturnix japonica)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pencahayaan dan level protein ransum terhadap umur saat sexual maturity, bobot puyuh saat sexual maturity, bobot telur pertama dan umur mencapai 30% Quail Day Production (QDP). Penelitian ini menggunakan 270 ekor puyuh dengan metode Rancangan Petak Terbagi (RPT) dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3x3 perlakuan dan 3 ulangan, setiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor puyuh betina. Faktor pertama yaitu lama pencahayaan terdiri dari C1(12 jam), C2(14 jam) dan C3(16 jam). Faktor kedua yaitu level protein ransum terdiri dari P1(17%), P2(18%) dan P3(19%). Data dianalisis menggunakan Analysis Of Varians (ANOVA). Perlakuan yang berpengaruh di uji lanjut menggunakan metode Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan pada penelitian ini dimulai saat umur puyuh 21 hari sampai umur mencapai 30% QDP. Puyuh diberi ransum adaptasi selama 4 hari lalu pada hari ke 25 diberi ransum perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi lama pencahayaan dan level protein ransum tidak berbeda (P>0,05) terhadap semua parameter. Faktor lama pencahayaan berbeda sangat nyata (P0,05) terhadap semua parameter. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama pencahayaan 16 jam dan level protein 17%-19% dapat digunakan pada puyuh umur 21 hari hingga umur mencapai 30% quail day production.
Fields of Study & Subjects
Animal Nutrition and Physiology
Livestock and Poultry Management
Reproductive Physiology in Livestock
Publication details
- Journal / source
- Andalas University eThesis (Andalas University)
- Publication date
- 6 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis