Sarikat Parsahutaon Dos Ni Roha: Paguyuban Batak Di Kota Sawahlunto (1997-2024)

Authors: KEZIA ZEBUA FEBRINAYA
Cited by: 0

Abstract

Skripsi ini berjudul “Sarikat Parsahutaon Dos Ni Roha: Paguyuban Batak di Kota Sawahlunto (1997–2024)”. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah menguraikan dan menjelaskan proses awal terbentuknya Sarikat Parsahutaon Dos Ni Roha serta berbagai aktivitas yang dijalankan bagi anggota maupun masyarakat sekitar, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah sosial, karena objek kajian berfokus pada sebuah organisasi kemasyarakatan yang lahir dari individu-individu dengan latar belakang etnis yang sama. Kemudian disatukan dalam wadah Sarikat Parsahutaon Dos Ni Roha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Pada tahap heuristik, penulis memanfaatkan sumber berupa arsip, dokumen pribadi. Selain itu, dilakukan wawancara dengan menggunakan metode sejarah lisan dengan pengurus maupun anggota Sarikat Parsahutaon Dos Ni Roha. Data yang telah diperoleh kemudian melewati tahap verifikasi melalui kritik ekstern dan intern untuk mendapatkan fakta sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut selanjutnya diinterpretasikan sehingga menghasilkan narasi sejarah dalam bentuk historiografi. Keberadaan Sarikat Parsahutaon Dos Ni Roha di Sawahlunto yang didirikan pada tahun 1997 memberikan kontribusi penting bagi komunitas Batak. Terutama dalam mempererat rasa persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta menjadi wadah partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungan sekitar. Mereka melakukan kunjungan sosial ke rumah duka, memungut iuran bulanan, melatih tari tortor untuk generasi muda, dan terlibat dalam perayaan HUT Kota Sawahlunto. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sarikat Parsahutaon Dos Ni Roha mampu menghadirkan keseimbangan antara pelestarian tradisi dengan tuntutan perubahan modern, sehingga membuktikan bahwa identitas budaya dapat tetap terjaga seiring dengan dinamika masyarakat. Peran paguyuban ini menjadi sangat vital dalam memelihara, memperkuat, sekaligus memajukan warisan budaya Batak di Sawahlunto, serta menjadi teladan bagi komunitas etnis lain dalam mengelola organisasi berbasis kekeluargaan. Kata kunci: Etnis Batak, parsahutaon dos ni roha, Paguyuban, Kota Sawahlunto.

Fields of Study & Subjects

Asian Studies and History Cultural History and Identity Formation Diaspora migration transnational identity

Publication details

Journal / source
Andalas University eThesis (Andalas University)
Publication date
19 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis