Festival di Masa Kolonial: Pekan Malam Fort de Kock 1906

Authors: Syaed Alqivari
Cited by: 0

Abstract

Skripsi ini mengkaji Pekan Malam Fort de Kock tahun 1906 sebagai pasar tahunan kolonial pertama di Pantai Barat Sumatera, untuk mengisi kesenjangan kajian yang selama ini berfokus pada festival di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan menjelaskan alasan Fort de Kock dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan, bagaimana organisasi dan pelaksanaan festival berlangsung, serta bentuk antusiasme masyarakat. Dengan metode penelitian sejarah—meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi—penelitian ini memanfaatkan laporan kolonial, surat kabar sezaman, dokumentasi visual, dan kajian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pekan Malam berhasil menarik ratusan ribu pengunjung melalui perencanaan yang menggabungkan pameran ekonomi, hiburan modern-tradisional, dan edukasi pertanian. Festival ini dapat berlangsung berkat dukungan birokrasi kolonial serta partisipasi elite lokal dan berfungsi sebagai alat legitimasi kekuasaan melalui kekerasan simbolik dan peneguhan hierarki sosial. Namun, di balik kemeriahan tersebut, eksploitasi tenaga kerja, penyalahgunaan dana, dan ketidakpuasan masyarakat menyebabkan festival berhenti setelah 1907. Pekan Malam sekaligus menjadi cikal bakal festival modern di Hindia Belanda dengan pola menggabungkan perdagangan, seni, dan permainan.

Fields of Study & Subjects

Colonial History and Postcolonial Studies African history and culture studies Asian Studies and History

Publication details

Journal / source
Andalas University eThesis (Andalas University)
Publication date
14 January 2026
Language
EN
Document type
Thesis