Hubungan Self-Efficacay dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Baru Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Angkatan 2025
Abstract
Kesehatan mental mahasiswa baru menjadi isu penting karena fase transisi menuju dunia perkuliahan sering disertai tekanan akademik, sosial, dan emosional. Salah satu faktor protektif yang berperan dalam menjaga kesehatan mental adalah self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan kesehatan mental pada mahasiswa baru Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Angkatan 2025.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 171 mahasiswa yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Mental Health Inventory-38 (MHI-38). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata self-efficacy berada pada kategori sedang (mean = 35,40), demikian pula kesehatan mental berada pada kategori sedang (mean = 123,46). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan kesehatan mental (r = 0,446; p = 0,000) dengan arah positif dan kekuatan sedang. Self-efficacy berkontribusi sebesar 19,9% terhadap kesehatan mental. Disimpulkan bahwa semakin tinggi self-efficacy, semakin baik kesehatan mental mahasiswa baru. Oleh karena itu, penguatan self-efficacy perlu menjadi fokus dalam program pembinaan mahasiswa baru untuk mendukung kesehatan mental mereka.
Fields of Study & Subjects
Student Stress and Coping
Health and Well-being Studies
Health and Wellbeing Research
Publication details
- Journal / source
- Andalas University eThesis (Andalas University)
- Publication date
- 19 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis