Skrining Ketahanan Beberapa Cabai Lokal Sumatra Barat Terhadap Antraknosa dan Induksi Ketahanannya dengan Agen Hayati.

Authors: Muhammad Fadil Fadil
Cited by: 0

Abstract

Cabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aroma dan rasa yang khas sehingga memiliki banyak kegunaan. Produksi cabai di Sumatra Barat mengalami tren fluktuatif setiap tahunnya yang berakibat kepada inflasi. Salah satu faktor pembatas utama produksi cabai yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides. Pemanfaatan verietas lokal yang memiliki ketahanan genetik serta penggunaan agen pengendali hayati (APH) menjadi strategi pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara APH dan Varietas cabai lokal sumatra barat terhadap terhadap serangan antraknosa pada buah cabai dan menentukan jenis APH dan Varietas cabai yang dapat menginduksikan ketahanan terhadap antraknosa. Percobaan ini dilaksanakan di screen house, lahan percobaan, Laboratorium Fisiologi Tanaman, Laboratorium Pengendali Hayati Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Sentral Universitas Andalas pada bulan Januari sampai dengan November 2025. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I yaitu varietas cabai lokal Sumatra Barat yang terdiri dari Kuhay, Kopay, Aka, Lotanbar, dan Kaput. Faktor II yaitu jenis APH yang terdiri dari tanpa pemberian APH (kontrol), pemberian Trichoderma harzianum, Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), dan kombinasi T. harzianum + FMA. Analisis data yang digunakan yaitu uji F pada taraf nyata 5%, apabila nilai probabilitiy < 0,05 maka data diuji lanjut dengan menggunakan Uji LSD (Least Significant Difference) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan APH mampu mengolonisasi akar tanaman cabai secara optimal. Cabai lokal Sumatra Barat dengan perikarp yang lebih tebal seperti pada varietas Lotanbar dan Kaput cenderung memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap penyakit antraknosa. Varietas dan APH menunjukkan adanya interaksi pada beberapa parameter penyakit, namun tidak menunjukkan pola yang konsisten pada setiap perlakuan dalam mengendalikan penyakit antraknosa. Namun sebagian besar varietas menunjukkan bahwa dengan pemberian APH mampu meningkatkan dan mempertahankan aktivitas enzim pertahanan seperti POX.

Fields of Study & Subjects

Plant Disease Resistance and Genetics Plant-Microbe Interactions and Immunity Plant Disease Management Techniques

Publication details

Journal / source
Andalas University eThesis (Andalas University)
Publication date
6 January 2026
Language
ID
Document type
Thesis