KONTEKSTUALISASI HADIS TAWADHU DALAM PENGOBATAN SUPERIORITY COMPLEX
Abstract
Fenomena superiority complex merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan superior secara berlebihan terhadap orang lain, sehingga berdampak negatif pada hubungan sosial dan pembentukan kepribadian. Dalam perspektif Islam, sikap tersebut bertentangan dengan nilai tawadhu yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallāhu ‘Alaihi wa Sallam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkontekstualisasikan hadis tentang tawadhu sebagai pendekatan spiritual dalam pengobatan superiority complex. Hadis yang dikaji adalah hadis riwayat Imam Abu Daud dalam Sunan-nya, Kitab Zuhud nomor 40. Berdasarkan sanadnya, hadis ini tergolong marfu’, dan dari segi kualitas dinilai sahih karena tidak ditemukan unsur ‘illat maupun syadz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian hadis dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tersebut mengandung nilai-nilai terapeutik, antara lain anjuran a)melihat orang yang lebih rendah dalam urusan dunia, b)menanamkan sifat pemaaf dan bersedekah, c) membina sisi kemanusiaan dan kelembutan hati, d) senantiasa bertakwa, e) menjauhi sifat riya, f)menumbuhkan sikap rendah hati, g)menyadari bahwa sikap angkuh merupakan perilaku yang merugikan dan sia-sia. Kata kunci: superiority complex, tawadhu, pengobatan, hadis
Fields of Study & Subjects
Islamic Thought and Society Studies
Medical Research and Islamic Perspectives
Qur’anic Interpretation Studies
Publication details
- Journal / source
- Analisis Harga Pokok Produksi Rumah Pada (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
- Publication date
- 1 January 2026
- Language
- ID
- Document type
- Thesis